BKKPN Kupang Lakukan Survei Habitat dan Ekosistem di Kawasan Konservasi Laut Banda
Kamis, 30 Oktober 2025 WIB
Banda Neira, 7–30 Oktober 2025 — Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melalui Satker Banda bersama perguruan tinggi dan lembaga mitra melaksanakan survei habitat dan ekosistem di Kawasan Konservasi Laut Banda. Kegiatan ini dilakukan sepanjang 7 hingga 30 Oktober 2025 dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Universitas Banda Naira, Universitas Gadjah Mada, Poltek KP Bone, CTC Ambon, dan FDC IPB.
Survei ini bertujuan untuk memperoleh data terbaru mengenai kondisi ekosistem lamun, mangrove, dan terumbu karang, sekaligus mendukung pemetaan habitat bentik menggunakan citra resolusi tinggi Planet Scope 3x3 meter serta pemetaan distribusi karbon biru dari ekosistem lamun.
Pengambilan Data Lamun dan Mangrove: Ditemukan 8 Jenis Lamun
Pengambilan data lamun dan mangrove dilakukan pada 8–11 Oktober 2025 dan mencakup 6 stasiun lamun serta 1 stasiun mangrove. Dari hasil pengamatan, ditemukan 8 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Halophila minor, dan Syringodium isoetifolium.
Kondisi lamun di enam stasiun bervariasi, mulai dari kategori rusak (tutupan < 10%) hingga sehat (tutupan > 65%). Stasiun TWPLB3 mencatat tutupan tertinggi sebesar 69,50%, sementara TWPLB5 menjadi yang terendah dengan tutupan hanya 9,61%.
Terumbu Karang: Kondisi Sangat Baik di Beberapa Titik
Survei terumbu karang dilakukan pada 13–19 Oktober 2025 di 13 stasiun. Hasilnya menunjukkan variasi kondisi tutupan karang keras (HC), dari kategori sangat rendah hingga sangat tinggi.
Beberapa temuan penting antara lain:
Keanekaragaman Ikan Karang Tinggi, Biomassa Capai 909,23 kg/ha
Pengamatan ikan karang tahun 2025 mencatat 105 jenis ikan, terdiri dari:
Kelompok Chaetodontidae menunjukkan keragaman tinggi (H > 20), mengindikasikan kondisi terumbu karang yang sehat. Keanekaragaman tertinggi ditemukan di stasiun BANC02 dan BANC08 (20 jenis), sedangkan terendah di BANC01 (10 jenis).
Rata-rata biomassa ikan karang tercatat 909,23 kg/ha, dengan kontribusi terbesar berasal dari ikan herbivora (71%). Biomassa tertinggi berada di BANC15 (3.276 kg/ha), sedangkan terendah di BANC12 (221 kg/ha).
Megabenthos: 92 Individu Tercatat, Drupella Mendominasi
Survei megabenthos di 13 stasiun mencatat 92 individu indikator, terdiri dari 12 spesies penting, termasuk Tridacna spp., Holothuria spp., Panulirus spp., dan Acanthaster planci.
Jenis Drupella mendominasi dengan 54 individu (58,7%), menunjukkan potensi pengaruh terhadap kesehatan karang di beberapa lokasi.
Dokumentasi Habitat Bentik: 5.400 Foto Bawah Air Dikumpulkan
Pada 20–30 Oktober 2025, tim melakukan pengambilan data training dan validasi pemetaan habitat bentik menggunakan metode photo transect.
Sebanyak 5.400 foto bawah air berhasil dikumpulkan, menampilkan berbagai komposisi habitat seperti padang lamun, terumbu karang, makroalga, pasir, dan puing karang. Data ini akan digunakan untuk analisis spasial dan klasifikasi habitat dasar laut.
Penutup
Kegiatan survei ini menjadi langkah penting BKKPN Kupang dalam menyediakan data ilmiah terkini yang dapat digunakan untuk perencanaan pengelolaan kawasan konservasi secara lebih efektif. Hasil yang diperoleh juga menjadi dasar untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem penting di Laut Banda.
Jl Yos Sudarso (Jurusan Bolok), Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang
0811-3831-1708 / 0380-890421
Email: BPKel_kupang@kkp.go.id
Call Center KKP: 141