BPSPL Denpasar Selenggarakan Bimbingan Teknis Identifikasi Sidat, Belida, dan Teripang

Jumat, 8 Agustus 2025 WIB

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Identifikasi Sidat, Belida, dan Teripang pada 5–7 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Swiss-Belinn Manyar Surabaya dan daring melalui aplikasi Zoom.

Bimtek diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Bea Cukai, BPSPL dari berbagai wilayah, Balai Karantina, akademisi, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta pelaku usaha.

Kepala BPSPL Denpasar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan perizinan sekaligus upaya peningkatan kapasitas petugas verifikator. Hal senada disampaikan oleh perwakilan Dit. KSG-KKP, Endratno, yang menjelaskan bahwa sidat, belida, dan teripang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus rentan terhadap eksploitasi, sehingga pengelolaannya harus mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi pada 17 Juli 2025, pengelolaan sejumlah biota perairan kini menjadi kewenangan KKP dengan berlandaskan prinsip legality, traceability, dan sustainability. Biota perairan tersebut dikategorikan dalam kelompok dilindungi penuh, dilindungi terbatas, serta Apendiks I–III CITES, dengan mekanisme perizinan melalui SIPJI dan dokumen angkut elektronik (eSAJI).

Bimtek ini menghadirkan sejumlah pakar dan narasumber, dengan pokok bahasan sebagai berikut:

Hari Pertama:

·     Identifikasi Bioekologi dan Jenis Ikan Sidat – Prof. Haryono (BRIN) memaparkan bahwa Indonesia merupakan habitat penting bagi 9 dari 19 spesies sidat tropis dunia, sehingga berpotensi besar dalam penyediaan benih dan pengembangan budidaya.

·   Validasi Spesies Belida – Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P menekankan pentingnya validasi untuk status konservasi, populasi, dan perlindungan hukum,dan pencegahan kesalahan identifikasi. Di Indonesia terdapat empat spesies belida, yakni Chitala hypselonotus, Chitala borneensis, Notopterus notopterus, dan Chitala lopis. Belida umumnya hidup di danau dan waduk, memiliki jumlah telur sedikit, serta pertumbuhan yang lambat sehingga rentan mengalami penurunan populasi.

·         Praktikum identifikasi sidat dan belida.

Hari Kedua:

·   Budaya Pelayanan Prima – Wahyu Yulianto (Widyaiswara Balai Diklat Aparatur Sukamandi) menekankan pentingnya memberikan pelayanan melebihi harapan pengguna, termasuk menjaga kualitas yang sudah baik serta memperhatikan detail, seperti pencantuman nama latin pada dokumen.

·    Perizinan Berbasis Risiko – Kurniati Milaasri (DPMPTSP Provinsi Jawa Timur) menjelaskan alur penyelenggaraan perizinan melalui OSS RBA mulai dari kategori risiko hingga penerbitan izin usaha.

·     Identifikasi Teripang – Dr. rer. nat. Ana Setyastuti (BRIN) memberikan materi identifikasi morfologi dan spikula pada berbagai spesies teripang, baik segar maupun kering, termasuk yang masuk kategori Apendiks II CITES seperti Holothuria fuscogilva (teripang susu putih) dan Thelenota ananas (teripang nanas).

Hari Ketiga:

Peserta melakukan kunjungan lapangan ke gudang milik CV. Tirta Surya Sri Rejeki untuk mengamati berbagai jenis teripang kering yang dimanfaatkan pelaku usaha. Sejumlah sampel kemudian dibawa ke Laboratorium Prodi Teknik Budidaya Perikanan Poltek-KP Sidoarjo untuk pengamatan mikroskopis.

Melalui kegiatan ini, BPSPL Denpasar berharap kapasitas para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi biota perairan bernilai ekonomi tinggi dapat semakin meningkat, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Logo Logo
PPID BALAI PENGELOLAAN KELAUTAN DENPASAR
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jalan Bypass Ida Bagus Mantra KM 16.7 (sebelah pabrik semen Sarana Beton Perkasa), Pering, Kec. Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali

(0361) 4794821

Email: BPKel.denpasar@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 21383
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia