MONITORING CEMARAN PERAIRAN DITELUK LASONGKO, KECAMATAN LAKUDO, KABUPATEN BUTON TENGAH

Sabtu, 20 Desember 2025 WIB

Perairan  pesisir  merupakan  wilayah  peralihan  antara  ekosistem  darat  dan laut yang memiliki tingkat produktivitas biologis tinggi serta peranan penting dalam mendukung  keberlanjutan  sumber  daya  perikanan  dan  kehidupan  masyarakat pesisir.  Teluk  Lasongko,  yang  terletak  di  Kabupaten  Buton  Tengah,  Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu kawasan perairan yang memiliki potensi sumber  daya  laut  yang  cukup  besar  dan  dimanfaatkan  secara  intensif  oleh masyarakat setempat.

Aktivitas  pemanfaatan  perairan  Teluk  Lasongko  meliputi  perikanan  tangkap, budidaya  perikanan,  transportasi  laut,  serta  aktivitas  pemukiman  dan  kegiatan ekonomi  lainnya  di  wilayah  pesisir.  Peningkatan  aktivitas  tersebut  berpotensi memberikan  tekanan  terhadap  kualitas  lingkungan  perairan,  baik  secara  langsung maupun  tidak  langsung.  Masukan  bahan  pencemar  dari  limbah  domestik,  aktivitas perikanan,  serta  proses  alami  seperti  pengayaan  nutrien  (eutrofikasi)  dapat menurunkan kualitas perairan dan memicu pertumbuhan organisme tertentu.

Salah  satu  ancaman  serius  terhadap  kualitas  perairan  dan  keamanan  hasil perikanan  adalah  keberadaan  biotoksin  laut  yang  dihasilkan  oleh  mikroorganisme seperti  fitoplankton  beracun.  Biotoksin  ini  dapat  terakumulasi  dalam  tubuh  biota laut, terutama kerang dan ikan, dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada  manusia  apabila  dikonsumsi.  Selain  itu,  cemaran  fisik,  kimia,  dan  biologis dalam perairan juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut. 

Salah  satu  ancaman  serius  terhadap  kualitas  perairan  dan  keamanan  hasil perikanan  adalah  keberadaan  biotoksin  laut  yang  dihasilkan  oleh  mikroorganisme seperti  fitoplankton  beracun.  Biotoksin  ini  dapat  terakumulasi  dalam  tubuh  biota laut, terutama kerang dan ikan, dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada  manusia  apabila  dikonsumsi.  Selain  itu,  cemaran  fisik,  kimia,  dan  biologis dalam perairan juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut. 

Tercatat  sejak  tahun  2020  hingga  tahun  2024,  setiap  tahunnya  terjadi  kasus keracunan  akibat  konsumsi  kerang  yang  diambil  dari  teluk  Lasongko  dengan  gejala mual, muntah dan diare bahkan kasus kematian. 

Logo Logo
PPID STASIUN PPMHKP BAU-BAU
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jl. Cendana Warumusio, Kel. Kadolomoko, Kec. Kokalukuna, Kota Baubau

082191524270

Email: skipmbaubau@gmail.com

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 16752
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia