Dari Bangkai Kapal hingga Uji Limbah PPN Tanjungpandan Serius Jaga Laut Belitung

Jumat, 28 Agustus 2026 WIB

Tanjungpandan, 28 Agustus 2026 — Laut bukan tempat pembuangan. Kalimat sederhana itu tampaknya menjadi semangat yang menggerakkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dua bulan ini, pelabuhan tidak hanya sibuk dengan urusan rutin pelabuhan lebih dari itu, seluruh jajaran turun tangan langsung dalam serangkaian aksi nyata peduli lingkungan yang saling berkaitan satu sama lain.

Langkah pertama dimulai dari dalam kawasan sendiri, yaitu kerja bakti membersihkan bangkai kapal yang sudah lama teronggok di perairan pelabuhan. Di balik diamnya kapal-kapal tua itu tersimpan ancaman nyata — korosi logam yang melarut ke perairan, genangan air yang menjadi sarang penyakit, hingga sumbatan alur pelayaran yang membahayakan kapal aktif. Ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan kewajiban yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.8/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan yang mewajibkan pelabuhan menjaga ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan kawasannya secara berkelanjutan.

 

Memasuki Agustus, semangat itu meluas keluar tembok pelabuhan. PPN Tanjungpandan berkolaborasi dengan masyarakat, nelayan, dan instansi KKP seperti Satwas PSDKP Belitung, BPMHKP Bangka Belitung, Penyuluh Perikanan Kab. Belitung maupun instansi daerah setempat seperti Dinas Perikanan Kab. Belitung untuk turun ke pantai dalam rangka Bulan Cinta Laut — program nasional yang digalakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai gerakan menjaga kebersihan laut Indonesia. Sampah plastik, serpihan jaring, botol-botol yang terdampar, semuanya diangkut bersama. Kegiatan ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, yang menargetkan pengurangan sampah plastik di laut Indonesia hingga 70 persen — sebuah target yang hanya bisa dicapai jika gerakan seperti ini dilakukan terus-menerus, bukan sekadar setahun sekali.

Meski begitu, PPN Tanjungpandan sadar, kebersihan fisik saja tidak cukup. Ancaman lingkungan tidak selalu kasat mata — limbah cair dari gudang penampungan ikan, kualitas air yang perlahan menurun, kebisingan mesin yang terus beroperasi, semuanya perlu dikelola secara terukur, maka pada 27 Agustus 2026, Kepala Pelabuhn, Kamarudin, S.Pi, M.Si, bersama Ketua Tim ISO 14001:2015, Kukuh Permana, S.H, menggelar sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha di kawasan pelabuhan untuk mendorong pelaksanaan uji limbah, uji baku mutu air, dan uji kebisingan secara rutin. Kewajiban ini berpijak pada PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tentang Pengendalian Pencemaran Udaradan yang menjadi bagian dari penguatan sertifikasi ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang telah dimiliki PPN Tanjungpandan.

Kerja bakti, Bulan Cinta Laut, dan penguatan ISO 14001:2015 mungkin terlihat seperti tiga kegiatan berbeda, namun ketiganya lahir dari satu keyakinan yang sama: laut yang bersih menghasilkan ikan yang melimpah, dan ikan yang melimpah menghidupi nelayan. PPN Tanjungpandan berharap semangat yang tumbuh di dua bulan ini tidak berhenti di kalender — ia harus menjadi budaya yang tertanam di setiap jajaran pelabuhan, menyebar ke setiap pelaku usaha, dan pada akhirnya dirasakan oleh seluruh masyarakat pesisir Belitung karena menjaga laut, pada akhirnya, adalah menjaga masa depan.

[MSW/NH]

Logo Logo
PPID PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TANJUNG PANDAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jl. RE Martadinata, Tanjungpandan, Kab. Belitung, Prov. Kepulauan Bangka Belitung

08117841454

Email: ppn.tanjungpandan@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 47856
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia