Pendataan Napoleon di wilayah Sedanau, Kecamatan Bungguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau

Rabu, 15 April 2026 WIB

Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Natuna terkait kondisi nelayan yang menjadi binaan mereka. Dari hasil diskusi dengan Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemberdayaan Usaha Perikanan Budidaya Kabupaten Natuna diperoleh informasi sebagai berikut :

1. Beberapa nelayan pembudidaya ikan napoleon mengeluhkan ketidakadaan aktifitas jual beli ikan tersebut selama periode 2 tahun berjalan.

2. Peminat nelayan pembudidaya ikan napoleon sudah berkurang karena ketidak pastian terhadap pembeli dan harga pakan yang cenderung meningkat serta lama pemeliharaan yang panjang.

3. Harga pemeliharaan sarpras keramba jaring tancap juga mengalami peningkatan signifikan, seprti waring, kayu pancang, dll.

Selanjutnya tim melakukan pendataan ikan napoleon pada keramba nelayan pembesaran di Pulau Sendanau. Dari hasil pendataan diperoleh data sebagai berikut :

1. Jumlah nelayan yang aktif melakukan pembesaran/pembudidaya napoleon (ranching)  dan bermitra dengan pemilik  SIPJI CV Eka Bina Pratama di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau pada tahun 2026 terdata sebanyak 28   orang.

2. Jumlah stok ikan napoleon pada keramba yang meliputi jumlah ukuran dan usia pemeliharaan/pembesaran di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna Kepulauan Riau pada tahun 2026 adalah sebagai berikut :

a. Ukuran <100 gram : 3040 ekor

b. Ukuran 100 gram – 1000 gram (1kg) : 8717 ekor

c. Ukuran >1000 gram (1kg) : 4117 ekor

 

  

 

3. Pemanfaatan ikan napoleon di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau saat ini sudah mulai menurun, hal ini dapat dilihat dari turunnya minat pembudidaya untuk membeli anakan napoleon dari tahun lalu. Ini dipicu karena penjualan ikan  napoleon yang tidak lancar dan terkendala oleh izin kapal pengangkut ikan tersebut yang belum jelas. Keterbatas jumlah angkut menggunakan pesawat juga menjadi penyebab ikan napoleon pada nelayan mitra belum dibeli oleh CV Eka Bina Pratama secara berkelanjutan seperti pada 2 tahun sebelumnya.

 

 

4. Harga jual ikan napoleon pada pengumpul akhir yaitu CV Eka Bina Pratama juga mengalami penurunan menjadi Rp. 900.000,- per kilogram. 

 

5. Nelayan tangkap napoleon dari Natuna sudah tidak melakukan pengiriman bibit ke pembudidaya Anambas karena terjadi penegahan oleh Tim Karantina pada 2025 dan permintaan bibit/anakan napoleon ke Anambas juga mulai menurun karena sulitnya ikan tersebut diperdagangkan ke luar negeri  pada saat ini.

 

6. Jalur distribusi pemanfaatan napoleon di daerah ini masih sama dengan tahun survey sebelumnya yaitu nelayan tangkap ke pembudidaya kecil/sedang kemudian ke pengumpul besar/pembudidaya besar dan dijual ke luar negeri.

 

7. Terdapat 11 keramba pembesaran napoleon yang beralih menjadi keramba pembesaran kerapu dan 1  keramba pembesaran napoleon yang tutup karena pindah domisili.

 

8. Rendahnya harga jual ikan  napoleon saat ini pada pengumpul akhir  menyebabkan  menurunkan pembelian anakan napoleon dari nelayan tangkap, walaupun harga anakan napoleon ukuran 1 sd 2 inchi saat  ini tergolong  murah daripada tahun sebelumnya berkisar 20 rb s.d 40 rb per ekor.

 

Beberapa rekomendasi yang diusulkan sebagai berikut :

1. Diperlukan pengelolaan napoelon berbasis kuota dan pengawasan ketat bersama mitra PSDKP dengan melakukan monitoring berkala (minimal 1 tahun sekali).

2. Peningkatan pengawasan perdagangan sesuai aturan CITES.

3. Edukasi nelayan penangkap benih terkait praktik penangkapan berkelanjutan

Logo Logo
PPID LOKA PENGELOLAAN KELAUTAN PEKANBARU
Kementerian Kelautan dan Perikanan

JALAN BUDI LUHUR KELURAHAN MENTANGOR PEKANBARU-RIAU 28286

Telp : (0761) 8404510 Hotline WA : 0811666642

Email: lpk.pekanbaru@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 95210
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia