Melanjutkan Tren Positif Dalam Pelestarian Penyu di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, LPK Pekanbaru Hadir Bersama Mitra Yayasan Anambas dan Marine Biologist Pulau Bawah Pada Kegiatan Pemasangan Satellite Tagging Penyu di Pulau Durai
Jumat, 24 Juli 2026 WIB
Anambas (24/07), LPK Pekanbaru bersama dengan Mitra Yayasan Anambas dan Marine Biologist Pulau Bawah melaksanakan kegiatan pemasangan satellite tagging penyu di Pulau Durai, Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari (3 malam), mulai dari tanggal 24-27 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai posisi dan pergerakan penyu secara realtime, sehingga diperoleh informasi mengenai perilaku dan jalur migrasi penyu.
Jumlah satellite tag yang akan dilakukan pemasangan di Pulau Durai Adalah sebanyak 5 sattag. Bulan lalu di Pantai Teluk Sadang, juga telah dilakukan pemasangan sattag kepada 6 penyu yang semuanya berjenis Penyu Hijau. Di lokasi Pulau Bawah juga pada tahun 2026 ini telah dipasang 1 sattag pada Penyu Hijau.
Dari 5 satellite tag yang terpasang di Pulau Durai, 4 diantaranya dipasang pada Penyu Hijau dan 1 sattag berhasil terpasang pada Penyu Sisik. Hari pertama berhasil memasang 1 satellite tag pada Penyu Hijau. Hari ke 2 berhasil memasang 3 satellite tag yang seluruhnya pada Penyu Hijau. Hari ke 3, tim berhasil memasang 1 satellite tag pada Penyu Sisik. Dengan keberhasilan pemasangan satellite tag khususnya pada penyu sisik yang statusnya sangat terancam punah, merupakan buah dari kerja keras dan kesabaran tim dalam memonitoring seluruh Lokasi Pantai di Pulau Durai. Perlu diketahui, terdapat 3 lokasi pantai yang dilakukan rutin monitoring pendaratan penyu, yaitu pantai utama Pulau Durai yang panjangnya mencapai 1,2 km(selatan) dan 2 pantai lagi yang terpisah dari pantai utama P. Durai yaitu Pantai Pasir Aji dengan panjang kurang lebih 300 meter (timur) dan pantai yang berbatasan langsung dengan Zona Inti Pulau Durai sepanjang 50 meter (utara). Total di tahun 2026, di dalam Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas dan Laut Sekitarnya, telah terpasang 12 sattag dengan rincian 11 sattag pada Penyu Hijau dewasa dan 1 sattag Penyu Sisik dewasa.
Tahapan pemasangan satellite tag penyu adalah sebagai berikut:
- Penyu yang telah selesai bertelur dan akan kembali ke laut pertama diperangkap dengan perangkap triplek 4 sisi yang dipasang mengelilingi penyu. (Penyu yang akan dipasang Adalah penyu yang akan Kembali ke laut, baik penyu telah selesai bertelur, ataupun penyu tidak bertelur namun sudah akan Kembali kelaut)
- Penyu kemudian diukur morfometriknya, meliputi panjang karapas, lebar karapas, panjang flipper depan, dan panjang flipper belakang. Pengukuran dilakukan juga pada lebar jejak penyu dipasir
- Tim melakukan scanning untuk melihat tubuh penyu secara keseluruhan, menentukan lokasi tertinggi sebagai tempat pemasangan sattag, serta membersihkan parasite parasit yang menempel di tubuh penyu setelah nanti pemasangan sattag rampung.
- Karapas penyu dibersihkan dengan kain. Tim kemudian mengukur bentuk vertebral scute kedua penyu dengan menjiplak bentuk tersebut pada kain fiber, yang akan nantinya menjadi alas perekat untuk perangkat satellite tag yang akan dipasang. Bentuk vertebral scute kedua penyu yang telah dijiplak pada kain fiber selanjutnya digunting, dan disiapkan kain fiber kedua yang digunting mengikuti bentuk sisi perangkat satellite tag, yang berfungsi sebagai penahan perangkat satellite tag yang terpasang.
- Vertebral scute kedua penyu kemudian dilap menggunakan cairan aseton, kemudian diamplas agar menciptakan permukaan yang lebih kasar untuk meningkatkan daya rekat epoxy. Proses pembersihan dengan aseton dan pengamplasan ini dilakukan sebanyak 3 kali hingga permukaan vertebral scute kedua cukup memadai untuk pemasangan perangkat satellite tag. Selanjutnya tim menyiapkan cairan epoxy yang berfungsi sebagai perekat perangkat satellite tag. Cairan epoxy ini diaduk di dalam gelas kecil. Karena sifat cairan epoxy yang cepat mengering, tim memasang timer dengan waktu 5 menit sebagai penanda waktu pengeringan cairan epoxy. Cairan epoxy dioleskan pada vertebral scute kedua penyu secara merata. Kemudian, kain fiber lapisan pertama yang telah digunting mengikuti bentuk vertebral scute tersebut ditempel di atas cairan epoxy yang telah dioleskan. Cairan epoxy kemudian dioleskan kembali di atas kain fiber tersebut secara merata, kemudian tunggu hingga kering.
- Perangkat satellite tag yang akan dipasang dipersiapkan, dan sensor aktivasi satellite tag ditutup terlebih dahulu dengan selotip agar tidak terkena epoxy. Tim kemudian menyiapkan epoxy kedua yang merupakan jenis marine epoxy putty, yang berfungsi sebagai dudukan perangkat satellite tag. Tim memasang timer dengan waktu 10 menit sebagai penanda waktu pengeringan epoxy putty. Epoxy putty kemudian direkatkan di bawah perangkat satellite tag, lalu perangkat ditempelkan di atas vertebral scute kedua penyu. Epoxy putty kemudian ditambahkan di sisi perangkat satellite tag sebagai dudukan perangkat, dan dibentuk sedemikian rupa agar hidrodinamis. Kemudian, tunggu hingga epoxy putty mengering. Selanjutnya, tim memasang kain fiber kedua dipasang agar menutupi epoxy putty. Tim kemudian memasang timer kembali dengan waktu 5 menit sebagai penanda waktu pengeringan cairan epoxy. Cairan epoxy lalu dioleskan secara merata pada kain fiber kedua, lalu tunggu hingga kering. Terakhir, lapisan epoxy dilapisi cat khusus anti-fouling yang berfungsi agar lapisan epoxy tidak dapat ditempel oleh teritip. Setelah cat mengering, perangkap penyu dibuka dan dilakukan dokumentasi Photo ID pada penyu, lalu penyu dilepaskan kembali agar dapat kembali ke laut.
Lokasi penyu yang telah dipasang sattag dapat dilihat secara realtime di website wildlifecomputers.com. LPK Pekanbaru telah terdaftar di akun wildlifecomputers.com sehingga telah memiliki akses untuk dapat melihat pergerakan penyu secara realtime.
Penulis : Leonard Simbolon, S.I.K
JALAN BUDI LUHUR KELURAHAN MENTANGOR PEKANBARU-RIAU 28286
Telp : (0761) 8404510 Hotline WA : 0811666642
Email: lpk.pekanbaru@kkp.go.id
Call Center KKP: 141