Loka Pengelolaan Kelautan Pekanbaru laksanakan Monitoring Ekosistem Lamun dan Mangrove di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas
Senin, 11 Mei 2026 WIB
Anambas (11/05), Kegiatan monitoring ekosistem lamun dan mangrove ini merupakan salah satu bentuk pengelolaan kawasan konservasi yang dilaksanakan secara berkala untuk memperoleh data series kondisi ekosistem pesisir di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Monitoring tahun 2026 ini merupakan pengumpulan data T10 untuk ekosistem lamun dan mangrove. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 11 Mei 2026.

Sebelum pelaksanaan monitoring lapangan, tim LPK Pekanbaru melaksanakan koordinasi dan berbagi informasi bersama KOMPAK dan Yayasan Kute Siantan Peduli terkait kondisi terkini ekosistem lamun dan mangrove di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Pada kegiatan tersebut, tim juga menyampaikan metode pengumpulan data monitoring mangrove dan lamun yang digunakan selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, kelompok masyarakat diajak untuk turut terlibat dalam kegiatan monitoring sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Pelaksanaan monitoring mangrove dilakukan selama 4 hari pada 12 stasiun pengamatan yang tersebar di beberapa pulau di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas dengan target pengambilan data sebanyak 3 stasiun per hari. Sebanyak 6 stasiun pengamatan berada di sekitar Pulau Jemaja, 2 stasiun di sekitar Pulau Palmatak, dan 4 stasiun di sekitar Pulau Siantan.
Pada hari keempat pelaksanaan monitoring mangrove, Yayasan Kute Siantan Peduli turut mengikuti kegiatan monitoring di lokasi sekitar Pulau Palmatak.
Sementara itu, monitoring lamun dilaksanakan selama 2 hari pada 6 stasiun pengamatan yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Siantan Tengah, dengan target pengambilan data sebanyak 3 stasiun per hari.
Metode pengumpulan data mangrove mengacu pada Panduan Monitoring Struktur Komunitas Mangrove di Indonesia yang diterbitkan LIPI pada tahun 2020. Monitoring dilakukan menggunakan metode line transek kuadrat untuk pengukuran struktur vegetasi dan hemispherical photography untuk pengamatan tutupan kanopi. Adapun monitoring lamun dilakukan menggunakan metode transek kuadrat yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch dan mengacu pada panduan monitoring lamun COREMAP-CTI. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan untuk memperoleh informasi terkait jenis, tutupan, dan kondisi ekosistem pada masing-masing stasiun pengamatan.

Berdasarkan hasil monitoring mangrove, ditemukan 10 spesies mangrove pada stasiun monitoring, yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora lamarckii, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal, Xylocarpus granatum, Avicennia marina, dan Aegiceras floridum. Sedangkan pada monitoring lamun ditemukan 3 spesies lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Cymodocea rotundata.
Data hasil monitoring selanjutnya akan dilakukan pengolahan dan analisis untuk mengetahui kondisi terkini ekosistem lamun dan mangrove di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Hasil monitoring ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan serta menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan.
JALAN BUDI LUHUR KELURAHAN MENTANGOR PEKANBARU-RIAU 28286
Telp : (0761) 8404510 Hotline WA : 0811666642
Email: lpk.pekanbaru@kkp.go.id
Call Center KKP: 141