LKKPN Pekanbaru Fasilitasi Pengenalan Program dan Diskusi Rencana Kegiatan GEF-7 Coral Reef Rescue

Selasa, 21 Oktober 2025 WIB

Pekanbaru (21/10). Program GEF-7 Coral Reef Rescue merupakan program rehabilitasi terumbu karang global yang bertujuan untuk menyelamatkan, melindungi, melestarikan, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak. Program ini merupakan bagian dari inisiatif global yang lebih besar, yaitu Global Coral Reef Rescue Initiative (CRRI), yang fokus pada penerapan solusi berbasis alam untuk memulihkan terumbu karang tropis yang terdegradasi. Program ini dilaksanakan di beberapa negara, termasuk Indonesia dengan nama program GEF-7 Coral Reef Rescue (CRR) yang didanai oleh Global Environment Facility (GEF).

 

 

Dalam pertemuan ini Direktur Konservasi Ekosistem yang sambutannya diwakili oleh Ibu leny selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Karbon Biru dan Terumbu Karang, beliau menyampaikan apresiasi kepada teman teman GEF-7 CCR dimana kegiatan ini bukan hanya kegiatan yang berhubungan konservasi akan tetapi merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang sebagai aset strategis pembangunan nasional khususnya dalam mendukung ekonomi biru. Di Indonesia terdapat 41 % terumbu karang yang berkelanjutan yang berketahanan iklim tinggi di dunia sebagian besar tersebar di perairan Indonesia dan juga termasuk memiliki keanekaragaman tinggi serta konektifitas ekologis yang tinggi pula termasuk didalamnya adalah daerah Kepulauan Riau, sehingga keunikan ini menjadikan pemangku kepentingan di daerah sangat strategis baik dalam menjaga integritas ekositem dengan mengembangkan pendekatan adaftif terhadap perubahan iklim. 

 

 

Dalam konteks kebijakan nasional Dit. KE saat ini memiliki mandat peralihan kewalidataan peta terumbu karang dan padang lamun dari BRIN ke KKP dimana Dit. KE menjadi produsen data nasional, sehingga perlu meningkatkan jejaring dengan pembentukan dan penyusunan Pokja untuk meningkatkan informasi data terumbu karang dan padang lamun nasional dengan menggandeng Yayasan Reef Chek Indonesia melaui program GEF-7 CCR dengan mengedepankan penguatan kolaboratif multi pihak baik secara nasional, provinsi maupun kabupaten, kota serta masyarakat dengan saling memperkuat dari sisi perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan pembejaran bersama, Pengutan peran masyarakat lokal dan praktek berbasis kearifan lokal merupakan kekuatan penting dalam memperkuat ketahanan ekosistem sehingga melalui community vision dapat memperluas cakupan konservasi secara lebih inclusive, adaptif dan konseptual sehingga kedepannya akan dibentuk wadah dan struktur HUB ditingkat nasional dan HUB ditingkat daerah dan Dit. KE siap memperkuat dukungan dari arah kebijakan standar dan teknis serta pembinaan jejaring konservasi untuk memastikan proses tersebut berjalan searah dan berkelanjutan, diakhir sambutanya beliau menyampaikan untuk mejadikan momentum ini sebagai langkah awal terkait dengan penguatan komitmen dan kolaborasi untuk working together for better to future dengan melindungi terumbu karang Indonesia untuk keberlanjutan ekologi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh bapak Hasan Lutfi selaku Kabid Kelautan DKP Provinsi Riau, beliau menyakini betul bahwasanya untuk kondisi terumbu karang yang ada di kepulauan riau cukup luas tutupannya dan terkelola dengan baik, Perairan Kepulauan Riau juga berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sehingga hal tersebut erat kaitannya dengan jejaring Kawasan konservasi listas negara, walaupun demikian beliau mewakili selaku pemerintah Provinsi Riau barang tentu akan menawarkan program tersebut kepada teman-teman GEF-7 CCR bahwasanya provinsi riau juga memiliki potensi terumbu karang walaupun tidak cukup luas jika dibanding dengan provinsi lain akan tetapi jika dilihat dari Database Area Indikasi OECM (Other effective area-based conservation measure) yang merupakan pendekatan konservasi yang bersifat partisipatif dan inklusif sehingga memungkinkan perlindungan ekosistem perairan di wilayah non kawasan konservasi yang salah satunya berada di kecamatan rupat utara, kabupaten bengkalis dapat dijadikan prioritas dalam program tersebut, 

 

Senada dengan sambutan dan paparan yang disampaikan oleh Bapak Rahmad Hidayat selaku Kepala LKKPN Pekanbaru, dalam sambutannya beliau juga mengapresiasi kegiatan tersebut dengan maksud dan tujuan serta output yang kita inginkan dapat tercapai, selain itu beliau juga menyampaikan 3 dari 5 kebijakan prioritas sektor kelautan dan perikanan untuk ekonomi biru yang di emban langsung dibawah Ditjen PK antara lain adalah program restorasi ekosistem dan konservasi (PROTEKSI) kemudian program pulau dan laut untuk ekonomi kuat (PELAUT) dan program laut sehat bebas sampah (SEBASAH) serta tugas pokok LKKPN Pekanbaru dan terakhir beliau juga menyampaikan nantinya akan ada program dengan pendanaan luar negeri seperti Climate and Ocean Adaptation and Sustainable Transition (COAST) Facility yang akan dilaksanakan khususnya di wilayah barat Indonesia serta yang tidak kala penting kedepannya akan ada perubahan tugas, fungsi dan organisasi LKKPN Pekanbaru pasca pembentukan 2 Ditjen baru (Ditjen PK dan Ditjen PRL), walaupun demikian LKKPN Pekanbaru tetap berkomitmen untuk berkontribusi terhadap KKD agar kedepannya dapat terkelolah dengan baik.

Logo Logo
PPID LOKA PENGELOLAAN KELAUTAN PEKANBARU
Kementerian Kelautan dan Perikanan

JALAN BUDI LUHUR KELURAHAN MENTANGOR PEKANBARU-RIAU 28286

Telp : (0761) 8404510 Hotline WA : 0811666642

Email: lpk.pekanbaru@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 95137
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia