AXOLOTL HEWAN AIR TAWAR YANG UNIK

Jumat, 30 Januari 2026 WIB

Gleni Hasan Huwoyon

 

Axolotl (Ambystoma mexicanum) merupakan hewan amfibi termasuk genus tunggal dari family Ambystomatidae.  Axolotl berasal dari danau kuno Xochimilco dan Chalco di Meksiko Tengah. Hewan amfibi tersebut menghuni lingkungan air tawar seperti danau, kanal, dan lahan basah. Selain axolotl, terdapat lebih dari 30 spesies salamander yang berasal dari genus Ambystoma, dikenal sebagai salamander mol.

Hewan amfibi yang berasal dari Meksiko ini memiliki sejumlah keunikan, yakni kemampuan untuk meregenerasi anggota tubuh yang hilang atau rusak, termasuk anggota badan, sumsum tulang belakang, jantung, dan bahkan bagian otak mereka.  Tidak seperti salamander lain yang mengalami metamorfosis dalam siklus hidupnya akan menghabiskan tahap larva di air sebelum pindah ke darat, tetapi hal ini tidak terjadi pada axolotl yang tidak pernah tumbuh menjadi fase dewasa. Artinya hewan ini bertahan dalam bentuk larva akuatik di sepanjang hidupnya, fenomena ini disebut neoteny. Keunikan lainnya adalah axolotl memiliki insang namun demikian axolotl dewasa juga memiliki paru-paru yang berfungsi untuk bernafas, selain itu mereka dapat bernapas melalui kulit dan terkadang digunakan untuk mengambil sedikit udara di permukaan.

Saat ini Axolotl banyak diminati oleh para penghobiis ikan hias. Beberapa jenis Axolotl yang menjadi rekomendasi dan telah banyak dipelihara oleh para penghobiis ikan hias di Indonesia.

  • Axolotl Wildtype : merupakan jenis alam yang memiliki warna coklat tua, hijau tua atau kehitaman dengan tubuh yang lebih besar dibanding jenis lainnya

  • Axolotl Copper :  mempunyai warna cerah seperti kuning/orange dan putih namun mempunyai corak unik yaitu bulatan kecil yang mempunyai warna hitam menyebar dari kepala hingga bagian ekor

  • Axolotl Leucistik : berwarna merah muda pucat, mempunyai bitnik di atas kepalanya dan memiliki mata hitam

  • Axolotl Albino : berwarna putih tidak memiliki bintik di atas kepalanya dan memiliki warna mata merah serta tanduk/insang mempunyai warna putih susu

  • Axolotl Golden Albino : berwarna dominan emas memiliki bintik putih di atas kepalanya dan memiliki warna mata merah dan cincin mata emas serta tanduk/insang mempunyai warna emas

  • Axolotl Melanoid/Hitam : mempunyai warna yang unik karena hanya mempunyai warna hitam yang pekat diseluruh tubuhnya hingga dibagian tanduknya

  • Axolotl Piebald : pada coraknya terdapat bercak hitam dibagian atas tubuhnya. Bercak hitam yang ada diatasnya merupakan kerusakan pigmen pada kulitnya

  • Axolotl Blue : mempunyai warna biru hanya pada bagian sirip atas dan kepalanya, pada bagian tubuhnya dominan berwarna putih.

  • Axolotl Tiger :  tubuhnya mempunyai pola seperti macan dan warna dominan axolotl ini juga tidak terlalu cerah

  • Axolotl GFP Golden Albino : adalah jenis axolotl dengan dominan emas berbintik putih dan memiliki warna mata emas yang telah dimodifikasi secara genetik dengan mengekspresikan Green Fluorescent Protein  (GFP) dalam selnya. Protein yang pertama kali ditemukan pada ubur-ubur ini memancarkan fluoresensi hijau terang saat terkena sinar ultraviolet. Gen GFP diperkenalkan ke dalam genom axolotl menggunakan teknik rekayasa genetika, menghasilkan morf axolotl yang baru dan unik.

Axolotl memiliki penampilan berbeda dari amfibi lainnya dengan insang luar berbulu di sisi kepala mereka, yang mereka gunakan untuk mengekstraksi oksigen dari air. Mereka memiliki tubuh panjang dan ramping, ekor lebar, dan anggota tubuh pendek dengan jari kecil dengan kulit halus. Axolotl dewasa memiliki Panjang tubuh antara 15-17 cm namun demikian hewan amfibi tersebut mampu tubuh hingga mencapai ukuran 30 cm dengan usia mencapai 10 tahun dan berat badan sekitar 300 gram.

Axolotl merupakan hewan soliter yang dapat mencapai kematangan seksual setelah berusia satu tahun. Pada umumnya musim kawin axolotl di alam liar terjadi pada bulan Februari. Namun demikian apabila dibudidayakan di dalam akuarium dapat dilakukan sepanjang tahun. Untuk membedakan antara axolotl jantan atau betina tidak terlalu sulit. Bila dilihat secara fisik, axolotl jantan dewasa memiliki kepala yang lebih besar dan lebar dibandingkan betina. Selain itu axolotl jantan tidak memiliki kelopak mata, sedangkan axolotl betina memiliki kelopak mata. Ciri pembeda lainnya adalah axolotl jantan memiliki ekor lebih panjang dan kloaka yang bengkak dibandingkan dengan betina. Sebaliknya, axolotl betina memiliki tubuh yang lebih gemuk dan lebih bulat, kloaka yang lebih kecil, dan sering kali lebih pendek daripada jantan.

Axolotl dapat dipelihara sebagai hewan peliharaan di akuarium maupun kolam dengan kondisi suhu ar berkisar antara 14-20 derajat Celsius, pH: 6,5-8,0 dan Kekerasan air 7-14 GH. Axolotl yang hidup di dalam akuarium maupun kolam yang melebihi suhu 23 derajat Celcius akan mengalami stress karena panas dan bisa berakibat pada kematian. Agar axolotl dapat  hidup dengan nyaman, maka dapat diberikan aksesoris pada dasar akuarium seperti pasir, batu-batuan, tanaman air, kastil kecil atau dekorasi yang muat untuk digunakan sebagai tempat bersembunyi axolotl. Axolotl dapat memakan apa saja yang bisa mereka masukkan ke dalam mulut. Di alam liar, makanan axolotl termasuk cacing, serangga air tawar, krustasea, dan ikan kecil. Axolotl juga merupakan hewan kanibal dan akan saling menggigit jika tidak terdapat cukup makanan yang tersedia.  Karena axolotl memiliki gigi yang belum berkembang, mereka menggunakan metode 'vakum' untuk makan, yakni mengisap apa pun yang cukup ke dalam mulut mereka.

Saat ini axolotl sudah banyak dibudidayakan oleh para penghobiis ikan hias. Budidaya axolotl dapat dilakukan dengan menggunakan akuarium maupun kolam. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan cara menggabungkan axolotl jantan dan betina. Apabila sudah siap memijah cirinya adalah axolotl jantan akan mencari betinanya menggunakan feromon dan dengan menggoyangkan ekor dan tubuh bagian bawahnya.  Kemudian, axolotl betina akan menyenggolnya dengan moncong. Axolotl jantan menyimpan spermatofora atau paket sperma di dasar danau. Kemudian, betina mengambil dengan kloakanya dan kemudian membuahi telurnya. Betina dapat bertelur hingga mencapai seribu telur (meskipun rata-rata sekitar 300 telur) yang ditempatkan pada tanaman atau bebatuan, yang berfungsi sebagai tempat untuk melindungi telur dari pemangsa.  Setelah mencapai kurang lebih dua minggu, telur axolotl akan menetas dan kemudian larva akan berenang sendiri. Dari mulai larva hingga dewasa Axolotl tidak mengalami perubahan bentuk.

Melihat ukuran tubuhnya yang kecil dan bentuknya yang sangat mungil, hewan air ini banyak dipelihara untuk menghiasi akuarium air tawar. Harga axolotl cukup tinggi jika dibandingkan dengan hewan air tawar lainnya. Sebagai gambaran harga anakan axolotl bisa dihargai sekitar Rp 200.000,- hingga Rp 300.000,- per ekornya tergantung jenisnya. Sedangkan untuk harga axolotl dewasa bisa mencapai Rp 1.000.000,- per ekornya. Jadi untuk saat ini, budidaya axolotl bisa menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik sebagai ide bisnis untuk mulai dapat dibudidayakan dalam skala rumahan, terutama bagi para penghobiis ikan hias.

 

Logo Logo
PPID BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS, DEPOK
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jl. Perikanan Raya No.13, Pancoran Mas, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16436

085171604719

Email: publikasi.bppbih@gmail.com

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 219020
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia