Peringati Hari Laut Sedunia, KKP Katalisis Aksi Jaga Laut dengan Ekonomi Biru melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Kota Padang
Sabtu, 8 Juni 2024 WIB
Padang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Hari Laut Sedunia sebagai momentum untuk kembali menyerukan aksi jaga laut dengan kebijakan ekonomi biru salah satunya melalui agenda prioritas Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut (BCL). Sejalan dengan tema aksi Hari Laut Sedunia tahun 2024, Mengkatalisasi Aksi untuk Laut dan Iklim Kita, KKP turut menggerakkan aksi pembersihan sampah plastik di laut Kota Padang melalui Gerakan Partisipasi Nelayan atau BCL.
Toreh prestasi pada Gernas BCL tahun 2022 dan 2023 lalu, KKP untuk yang ketiga kalinya kembali menetapkan Kota Padang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Gernas BCL. Tidak hanya mengajak untuk mengumpulkan sampah, KKP juga hadir mendampingi dan membekali nelayan peserta BCL salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) dengan memberikan materi seputar sampah dan cara pengelolaannya serta berbagi kisah inspiratif.
Peringati Hari Laut Sedunia, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Fajar Kurniawan, juga menyerukan semangat untuk senantiasa menjaga laut kepada peserta bimtek yang hadir pada Sabtu (08/06). Berdasarkan data BCL nasional per Jumat (07/06), sejak dibuka pada Kamis (02/05) lalu, Kota Padang berhasil menempati peringkat ke-3 pengumpul sampah terbanyak dari 22 kabupaten/kota lokasi BCL dan mencegah 16,75 ton sampah masuk ke laut.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga pesisir dan laut Kota Padang dari sampah. Terciptanya laut yang sehat tentu akan berdampak baik bagi kehidupan kita. Semangat ini diharapkan dapat terus dijaga walaupun BCL berakhir pada Juni nanti," harap Fajar saat membuka acara bimtek.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Marwan, menjelaskan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Provinsi Sumatra Barat yang memiliki tujuh kabupaten/kota pesisir dan panjang garis pantai sekitar 2.420.357 kilometer ini juga dihadapkan dengan berbagai ancaman, salah satunya sampah.
“Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), jumlah timbulan sampah di Kota Padang selama tahun 2023 terdata sebanyak 236,296.62 ton atau 647,39 ton/hari. Pengurangan timbulan sampah baru mencapai 21,86%, sisanya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan bahkan sangat memungkinkan masuk ke laut,” tegas Marwan.
"Dari aksi bersih pantai tadi pagi, ditemukan banyak sampah yang dapat menandakan laut kita sedang tidak baik-baik saja. Masalah sampah menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pelaku wisata, masyarakat, hingga pemerintah. Sampah yang awalnya menjadi ancaman jika dikelola secara bijaksana dapat berubah menjadi peluang,” lanjut Marwan.
Lebih lanjut, menurut hasil survei Katadata Insight Center, hanya 22% rumah tangga yang sadar untuk memisahkan sampah plastik. Hal ini yang membuat Maghfira Maulani, narasumber dari Trash to Move, mendirikan home industry pengolahan sampah sembari berupaya mengajak masyarakat untuk memilah sampah yang ada di rumah guna mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.
“Produk dari sampah plastik yang dapat dibuat secara mandiri antara lain berupa ecobrick, pot tanaman, lampu hias, wadah serbaguna, dompet, tas sampah, alat siram, dan celengan. Mari bersama-sama manfaatkan sampah sebagai pengganti barang kebutuhan sehari-hari. Kita mengharapkan nantinya sampah itu bukan hanya dianggap buangan tapi bisa menjadi uang," ujar Maghfira yang diamini oleh peserta bimtek.
Abadi, nelayan peserta BCL, membagikan kisah inspiratifnya sebagai nelayan teraktif yang juga berperan membawa Kota Padang meraih penghargaan sebagai kota pengumpul sampah terbanyak di antara 14 lokasi BCL pada 2022 lalu. Bersama nelayan lainnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Saiyo Sakato Mandiri, semangat dan komitmen Abadi dalam mengumpulkan sampah di sekitar pantai telah diapresiasi oleh berbagai pihak.
"Bekerja dari pagi mengumpulkan sampah telah mendatangkan banyak manfaat dan apresiasi dari pemerintah. Selain itu, dua tahun juga mengelola Bank Sampah Unit Kampung Nelayan Cinta Laut, aktif memilah, dan menyetorkan sampah ke PT Semen Padang atau menabung sampah jadi emas melalui Pegadaian. Jika tidak pergi melaut, nelayan bisa mengumpulkan sampah lalu dijual, yang penting mau mulai bergerak," kata Abadi menyemangati.
Mewakili jajaran perangkat lurah dari empat kelurahan lokasi BCL Kota Padang tahun 2024, Saringat, Lurah Ulak Karang Utara mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang terselenggara hari ini dan mengharapkan adanya kegiatan serupa di lokasi lain.
“Kelurahan Ulak Karang Utara dan Ulak Karang Selatan merupakan tempat muara berkumpulnya sampah sehingga ke depannya kegiatan serupa diharapkan dapat diagendakan di lokasi tersebut. Selain itu, selaras dengan BCL, Pemerintah Kota Padang juga telah mendukung program pengelolaan sampah antara lain melalui program Padang Bagoro dan arahan untuk menghidupkan bank sampah,” tutur Saringat.
Komitmen KKP menjaga kesehatan laut dengan menyeimbangkan aspek ekologi dan ekonomi terejewantahkan melalui kebijakan ekonomi biru. Katalisasi aksi untuk laut Indonesia ini tentunya membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak demi mewujudkan laut sehat menyongsong Indonesia Emas 2045.
Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Jl. Raya Pertanian Sei Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, 25175
Telepon: +62 0751 409752/53 Hotline: +62 811 7066639
Email: bpspl.padang@gmail.com; bpspl.padang@kkp.go.id
Call Center KKP: 141