BBPBL Lampung Gelar Bimtek Bioflok untuk Percepat Implementasi Program Nasional Perikanan Budidaya

Kamis, 27 November 2025 WIB

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok di Hotel Amalia, Bandar Lampung, pada 27–28 November 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPBL Lampung, Bapak Mulyanto, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, antara lain, Pasaman, Batam, serta sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kompetensi dan kemandirian pembudidaya ikan melalui penerapan teknologi bioflok yang efisien dan ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala BBPBL Lampung, Mulyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional dalam memperluas akses program budidaya ikan air tawar berbasis teknologi. “Awalnya hanya direncanakan enam paket bantuan bioflok, namun karena adanya relaksasi anggaran ketahanan pangan, jumlahnya kini meningkat menjadi 39 paket bantuan yang tersebar hingga ke Madura,” terangnya.

Program bantuan ini mencakup penyediaan kolam bioflok, benih ikan, pakan, serta sarana dan prasarana pendukung seperti alat pengukur kualitas air, alat grading, dan perlengkapan budidaya lainnya. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini tidak hanya penerima bantuan, tetapi juga penyuluh perikanan dan perwakilan dinas perikanan dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, di antaranya Lampung Selatan, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, dan Lampung Utara.

Dalam arahannya, Mulyanto menegaskan pentingnya komitmen para penerima bantuan untuk menyiapkan lahan, sumber listrik, serta ketersediaan air agar pembangunan sarana bioflok dapat berjalan sesuai jadwal. “Kontrak kegiatan berakhir pada 30 Desember 2025. Kami mohon kerja sama seluruh pihak agar proses pembangunan dan distribusi bantuan dapat selesai tepat waktu dan sesuai juknis,” ujarnya.

Selama dua hari kegiatan, peserta menerima dua materi utama, yakni teknis budidaya ikan sistem bioflok dan penanganan penyakit ikan. Materi disampaikan oleh narasumber berpengalaman, yaitu Winarto Santosa, Koordinator Penyuluh Perikanan Provinsi Lampung, yang dikenal sebagai praktisi sekaligus pengajar teknologi bioflok. 

Hadi, dari Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan BBPBL Lampung, yang membawakan materi mengenai penyakit umum pada ikan lele dan nila serta cara penanganannya.

Mulyanto berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran, diskusi, dan kolaborasi antarpelaku budidaya, penyuluh, serta pemerintah. “Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman untuk mencetak pembudidaya ikan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Logo Logo
PPID BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jalan Yos Sudarso, Desa Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran 35454

(0721) 4001379

Email: bbpbl.lampung@gmail.com

Call Center KKP: 141

Hubungi Kami
Total Pengunjung : 46220
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia