BBP3KP Dorong UMKM Kelautan dan Perikanan Naik Kelas melalui Program INVAPRO KAPE
Selasa, 8 September 2026 WIB
Jakarta – Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan melalui program Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (INVAPRO KAPE).
Program yang dilaksanakan sepanjang Januari hingga Desember 2025 tersebut diikuti oleh 9 tenant, yang terdiri atas 6 tenant binaan BBP3KP Setu serta 3 tenant binaan satuan kerja BBP3KP di Palabuhanratu, Mataram, dan Ambon. Selama masa inkubasi, para tenant mendapatkan pembinaan secara menyeluruh untuk meningkatkan kemampuan usaha, kualitas produk, akses pasar, serta daya saing.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari bimbingan teknis pengembangan usaha, pendampingan manajemen usaha dan keuangan, pengembangan dan pengujian produk, fasilitasi perizinan dan sertifikasi, penerapan jaminan mutu, pelatihan digital marketing, desain dan kemasan, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran.
Salah satu penguatan yang diberikan kepada tenant adalah pendampingan penyusunan Business Model Canvas (BMC). Melalui kegiatan ini, tenant didorong untuk mampu memetakan model bisnis, memahami target pelanggan, mengidentifikasi keunggulan produk, mengembangkan saluran pemasaran, serta menyusun strategi pengembangan usaha secara lebih terarah.
Selain itu, peningkatan kapasitas tenant juga dilakukan melalui pelatihan digital marketing dan manajemen keuangan. Para tenant tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diarahkan untuk menerapkannya secara langsung dalam pengelolaan usaha. Dalam pelatihan manajemen keuangan, misalnya, tenant didorong melakukan pencatatan transaksi secara teratur dan memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga, termasuk dengan memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan.
Aspek mutu dan keamanan produk turut menjadi perhatian dalam program ini. BBP3KP memberikan pendampingan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) untuk memperkuat pemahaman tenant mengenai higienitas, sanitasi, rantai dingin, serta standar keamanan pangan.
Pendampingan yang dilakukan selama satu tahun menunjukkan hasil positif terhadap perkembangan usaha tenant. Berdasarkan evaluasi akhir program, rata-rata omzet tenant meningkat ≥69 persen, produksi meningkat ≥175 persen, jangkauan pemasaran meningkat ≥25 persen, saluran pemasaran meningkat ≥14,3 persen, sertifikasi usaha meningkat ≥16,7 persen, kemitraan usaha meningkat ≥83,3 persen, serta diversifikasi produk meningkat ≥50 persen.
Seluruh 9 tenant atau 100 persen berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian program inkubasi. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh tenant telah masuk kategori UMKM yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, dengan nilai performa di atas 60 pada skala 0–100. Nilai performa tenant berada pada rentang 69,25 hingga 92,13, dengan nilai tertinggi diraih oleh PT Bleszing Dellifoods Indonesia di Kabupaten Bogor.
Salah satu contoh perkembangan yang terlihat adalah Sri Juwana Makmur di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan monitoring April–Desember 2025, omzet usaha meningkat dari Rp6 juta menjadi rata-rata Rp17,93 juta per bulan atau tumbuh 198,9 persen. Volume produksinya juga meningkat dari 75 kg menjadi 426,2 kg per bulan atau naik 468,3 persen. Selain itu, jumlah mitra usaha bertambah dari 15 menjadi 18 mitra dan produk berkembang dari 8 menjadi 10 jenis.
Perkembangan positif juga terlihat pada tenant Pempek Ameera di Kota Bogor. Omzet meningkat dari Rp18 juta menjadi Rp29,25 juta per bulan atau tumbuh 62,5 persen. Jumlah mitra meningkat dari 10 menjadi 18 mitra, sertifikasi bertambah dari 8 menjadi 13 sertifikat, serta saluran pemasaran meningkat dari 10 menjadi 11 saluran.
Sementara itu, tenant Munazi Jaya di Kota Mataram menunjukkan pertumbuhan jumlah mitra yang cukup signifikan, dari 3 menjadi 12 mitra atau meningkat 300 persen. Jangkauan pasar juga berkembang dari 3 menjadi 5 wilayah, sementara omzet dan produksi masing-masing meningkat 8,8 persen dan 11,7 persen.
Program INVAPRO KAPE merupakan bagian dari upaya BBP3KP dalam memberdayakan pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan. Melalui proses pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi secara berkelanjutan, program ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha sekaligus mendorong terciptanya produk kelautan dan perikanan yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Pada tahap pra-inkubasi dilakukan proses seleksi calon tenant, sedangkan tahap inkubasi difokuskan pada pendampingan dan fasilitasi pengembangan usaha. Setelah menyelesaikan masa inkubasi, tenant memasuki tahap pasca-inkubasi yang antara lain mencakup kegiatan promosi, pameran/bazar, serta temu kemitraan.
Keberhasilan seluruh tenant dalam menyelesaikan program sekaligus mencatatkan peningkatan pada sejumlah indikator usaha menunjukkan bahwa pendampingan yang terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM kelautan dan perikanan untuk berkembang.
Ke depan, BBP3KP terus berkomitmen memperkuat ekosistem pembinaan usaha sehingga semakin banyak pelaku usaha kelautan dan perikanan yang mampu menghasilkan produk inovatif, mandiri, berkualitas, dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha dan lapangan pekerjaan di sektor kelautan dan perikanan.
Jl. Raya Setu No. 70, RT.5/RW.1, Kel. Setu, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13880
+6282228246262
Email: bbp3kp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141